Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Wednesday, April 13, 2011

Mengenal Bank Indonesia lebih dalam..

Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.

BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur. Untuk periode 2008-2013, Darmin Nasution menjabat posisi sebagai Gubernur BI menggantikan Boediono yang menjadi Wakil Presiden.

Sejarah


Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang.

Tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. Di samping itu, Bank Indonesia diberi tugas penting lain dalam hubungannya dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya.

Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Selain tiga tugas pokok bank sentral, Bank Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

Tahun 1999 merupakan Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai dengan UU No.23/1999 yang menetapkan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamandemen dengan fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia, termasuk penguatan governance. Pada tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Amandemen dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia.

Status dan Kedudukan Bank Indonesia


Sebagai Lembaga Negara yang Independen

Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara independen dan bebas dari campur tangan pemerintah ataupun pihak lainnya. Sebagai suatu lembaga negara yang independen, Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut.Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga. Untuk lebih menjamin independensi tersebut, undang-undang ini telah memberikan kedudukan khusus kepada Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan Republik Indonesia. Sebagai Lembaga negara yang independen kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara. Disamping itu, kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan Departemen, karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

Sebagai Badan Hukum

Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.

Tujuan dan Tugas Bank Indonesia


Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Tiga Pilar Utama

Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Pengaturan dan Pengawasan Bank


Dalam rangka tugas mengatur dan mengawasi perbankan, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan atau kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan atas bank, dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan tugas ini, Bank Indonesia berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian.

Berkaitan dengan kewenangan di bidang perizinan, selain memberikan dan mencabut izin usaha bank, Bank Indonesia juga dapat memberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank, memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank, serta memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.

Di bidang pengawasan, Bank Indonesia melakukan pengawasan langsung maupun tidak langsung. Pengawasan langsung dilakukan baik dalam bentuk pemeriksaan secara berkala maupun sewaktu-waktu bila diperlukan. Pengawasan tidak langsung dilakukan melalui penelitian, analisis dan evaluasi terhadap laporan yang disampaikan oleh bank.

Upaya Restrukturisasi Perbankan

Sebagai upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan dan perekonomian Indonesia, Bank Indonesia telah menempuh langkah restrukturisasi perbankan yang komprehensif. Langkah ini mutlak diperlukan guna memfungsikan kembali perbankan sebagai lembaga perantara yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, disamping sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan moneter.

Restrukturisasi perbankan tersebut dilakukan melalui upaya memulihkan kepercayaan masyarakat, program rekapitalisasi, program restrukturisasi kredit, penyempurnaan ketentuan perbankan, dan peningkatan fungsi pengawasan bank.

Sistem Pembayaran


Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah adalah tujuan Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Untuk menjaga stabilitas rupiah itu perlu disokong pengaturan dan pengelolaan akan kelancaran Sistem Pembayaran Nasional (SPN). Kelancaran SPN ini juga perlu didukung oleh infrastruktur yang handal (robust). Jadi, semakin lancar dan hadal SPN, maka akan semakin lancar pula transmisi kebijakan moneter yang bersifat time critical. Bila kebijakan moneter berjalan lancar maka muaranya adalah stabilitas nilai tukar.

BI adalah lembaga yang mengatur dan menjaga kelancaran SPN. Sebagai otoritas moneter, bank sentral berhak menetapkan dan memberlakukan kebijakan SPN. Selain itu, BI juga memiliki kewenangan memeberikan persetujuan dan perizinan serta melakukan pengawasan (oversight) atas SPN. Menyadari kelancaran SPN yang bersifat penting secara sistem (systemically important), bank sentral memandang perlu menyelenggarakan sistem settlement antar bank melalui infrastruktur BI-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Selain itu masih ada tugas BI dalam SPN, misalnya, peran sebagai penyelenggara sistem kliring antarbank untuk jenis alat-alat pembayaran tertentu. Bank sentral juga adalah satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan dan mengedarkan alat pembayaran tunai seperti uang rupiah. BI juga berhak mencabut, menarik hingga memusnahkan uang rupiah yang sudah tak berlaku dari peredaran.

Berbekal kewenangan itu, BI pun menetapkan sejumlah kebijakan dari komponen SPN ini. Misalnya, alat pembayaran apa yang boleh dipergunakan di Indonesia. BI juga menentukan standar alat-alat pembayaran tadi serta pihak-pihak yang dapat menerbitkan dan/atau memproses alat-alat pembayaran tersebut. BI juga berhak menetapkan lembaga-lembaga yang dapat menyelenggarakan sistem pembayaran. Ambil contoh, sistem kliring atau transfer dana, baik suatu sistem utuh atau hanya bagian dari sistem saja. Bank sentral juga memiliki kewenangan menunjuk lembaga yang bisa menyelenggarakan sistem settlement. Pada akhirnya BI juga mesti menetapkan kebijakan terkait pengendalian risiko, efisiensi serta tata kelola (governance) SPN.

Di sisi alat pembayaran tunai, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran. Terkait dengan peran BI dalam mengeluarkan dan mengedarkan uang, Bank Indonesia senantiasa berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat baik dalam nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar (clean money policy). Untuk mewujudkan clean money policy tersebut, pengelolaan pengedaran uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia dilakukan mulai dari pengeluaran uang, pengedaran uang, pencabutan dan penarikan uang sampai dengan pemusnahan uang.

Sebelum melakukan pengeluaran uang Rupiah, terlebih dahulu dilakukan perencanaan agar uang yang dikeluarkan memiliki kualitas yang baik sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Perencanaan yang dilakukan Bank Indonesia meliputi perencanaan pengeluaran emisi baru dengan mempertimbangkan tingkat pemalsuan, nilai intrinsik serta masa edar uang. Selain itu dilakukan pula perencanaan terhadap jumlah serta komposisi pecahan uang yang akan dicetak selama satu tahun kedepan. Berdasarkan perencanaan tersebut kemudian dilakukan pengadaan uang baik untuk pengeluaran uang emisi baru maupun pencetakan rutin terhadap uang emisi lama yang telah dikeluarkan.

Uang Rupiah yang telah dikeluarkan tadi kemudian didistribusikan atau diedarkan di seluruh wilayah melalui Kantor Bank Indonesia. Kebutuhan uang Rupiah di setiap kantor Bank Indonesia didasarkan pada jumlah persediaan, keperluan pembayaran, penukaran dan penggantian uang selama jangka waktu tertentu. Kegitan distribusi dilakukan melalui sarana angkutan darat, laut dan udara. Untuk menjamin keamanan jalur distribusi senantiasa dilakukan baik melalui pengawalan yang memadai maupun dengan peningkatan sarana sistem monitoring.

Kegiatan pengedaran uang juga dilakukan melalui pelayanan kas kepada bank umum maupun masyarakat umum. Layanan kas kepada bank umum dilakukan melalui penerimaan setoran dan pembayaran uang Rupiah. Sedangkan kepada masyarakat dilakukan melalui penukaran secara langsung melalui loket-loket penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia atau melalui kerjasama dengan perusahaan yang menyediakan jasa penukaran uang kecil.

Lebih lanjut, kegiatan pengelolaan uang Rupiah yang dilakukan Bank Indonesia adalah pencabutan uang terhadap suatu pecahan dengan tahun emisi tertentu yang tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Pencabutan uang dari peredaran dimaksudkan untuk mencegah dan meminimalisasi peredaran uang palsu serta menyederhanakan komposisi dan emisi pecahan. Uang Rupiah yang dicabut tersebut dapat ditarik dengan cara menukarkan ke Bank Indonesia atau pihak lain yang telah ditunjuk oleh Bank Indonesia.

Sementara itu untuk menjaga menjaga kualitas uang Rupiah dalam kondisi yang layak edar di masyarakat, Bank Indonesia melakukan kegiatan pemusnahan uang. Uang yang dimusnahkan tersebut adalah uang yang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran, uang hasil cetak kurang sempurna dan uang yang sudah tidak layak edar. Kegiatan pemusnahan uang diatur melalui prosedur dan dilaksanakan oleh jasa pihak ketiga yang dengan pengawasan oleh tim Bank Indonesia (BI).

Dewan Gubernur BI


Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur. Dewan ini terdiri atas seorang Gubernur sebagai pemimpin, dibantu oleh seorang Deputi Gubernur Senior sebagai wakil, dan sekurang-kurangnya empat atau sebanyak-banyaknya tujuh Deputi Gubernur. Masa jabatan Gubernur dan Deputi Gubernur selama-lamanya lima tahun, dan mereka hanya dapat dipilih untuk sebanyak-banyaknya dua kali masa tugas.

Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Gubernur


Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Sementara Deputi Gubernur diusulkan oleh Gubernur dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia tidak dapat diberhentikan oleh Presiden, kecuali bila mengundurkan diri, berhalangan tetap, atau melakukan tindak pidana kejahatan.

Pengambilan Keputusan


Sebagai suatu forum pengambilan keputusan tertinggi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter, serta sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan kebijakan moneter atau menetapkan kebijakan lain yang bersifat prinsipil dan strategis. Pengambilan keputusan dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur, atas dasar prinsip musyawarah demi mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai, Gubernur menetapkan keputusan akhir.

sumber : wikipedia
Selengkapnya...

Pengertian PASAR MODAL

BAB 1

PENDAHULUAN

A.PASAR MODAL

Pasar modal ( capital market) merupakan sarana untuk berbagai instrument keuangan  jangka panjang yang bias diperjual-belikan , baik surat utang (obligasi), ekuiti merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain ( misalnya pemerintah ), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian , pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

Instumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrument jangka panjang ( waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham , obligasi , waran , right , reksa dana , dan berbagai instrument derivative seperti option , futures , dan lain-lain.

Undang-undang pasar modal no . 8 tahun 1995 tentang pasar modal mendefinisikan pasar modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek , perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya , serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek”.

Fungsi/Peran pasar Modal :

1.       Sarana pendanaan bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor) . Dana tsb dapat digunakan untuk pengembangan usaha , ekspansi , penambahan modal kerja dll.

2.       Sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan yang sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.

3.       Mendorong pelaksanaan Good Corporate Governance, berdasarkan pada transparansi dan tingkat kesehatan perusahaan.

4.       Pemacu aktivitas ekonomi.

B.BURSA UTAMA

Pasar Modal ( capital market ) sama halnya dengan pasar-pasar lainnya , yaitu harus ada pembeli, penjual dan lokasi perdagangan.dalam hal ini , bursa adalah tempat dilaksanakannya proses perdagangan dan bertemunya pembeli dan penjual.

Bursa di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya sebelum keduanya dimerjer menjadi Bursa Efek Indonesia ( BEI) pada tahun 2007. Semua Negara memiliki bursa efeknya masing-masing, namun ada beberapa bursa yang terkenal , dimana pergerakannya dijadikan acuan karena kekuatan makro ekonomi Negara tersebut , seperti : Dow Jones (AS), Hang Seng ( Hongkong ) , Kospi (korea ), dll

C. INSTRUMEN INVESTASI

Pada dasarnya , instrument investasi yang diperdagangkan di BEI dikelompokkan ke dalam 4 kelompok instrument:

1)      Instrument bersifat Ekuitas (equity instruments)

Kelompok ini merupakan surat berharga berupa penyertaan modal ke dalam perusahaan. Contoh :Saham , waran ,rights.



2)      Instrument bersufat Surat Utang (fixed income instruments )

Kelompok ini merupakana surat bergharga bersifat utang dan memberikan pendapatan secara periodic kepada investor . Contoh :obligasi.



3)      Instrument Reksa Dana (mutual fund)

Reksa dana merupakan jenis instrument yang sifatnya adalah dana bersama yang dikelola oleh manajer investasi . Jenisnya beragam sesuai dengan penempatan portofolio investasi.

 

4)      Instrument Turunan ( derivative instruments)

Kelompok ini merupakan instrument yang kinerjannya tergantung pada instrument lainnya yang menjadi acuan atau underlying derivative tsb. Ada banyak ragam produknya, contoh indeks saham, forex (valas ) , komoditi, opsi dll. Namun untuk produk derivative , terdapat badan tersendiri yaitu BAPEPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi).

 

D. SAHAM

Saham adalah efek bersifat ekuitas, yaitu tanda bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang berbentuk PT (perseroan terbatas). Porsi kepmilikan ditentukan oleh seberapa besar modal yang ditanamkan di perusahaa tersebut.

 

Beberapa pengkategorian saham :


  • Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih/ klaim


1.       Saham Biasa (common stock) – portofolio paling popular dan paling banyak diperdagangkan . pemiliknya berhak mengikuti segala aksi korporasi dan menyumbangkan suara.

2.       Saham preferen (preffered stock ) – saham yang menjadi prioritas dalam memperoleh deviden , dalam keadaaan apapun perusahaan tsb. Tapi pemiliknya tidak memiliki hak dalam aksi korporasi apapun.



  • ditinjau dari cara peralihannya


1.       saham atas unjuk (bearer stock)

2.       saham atas nama (registered stock)

 

  • ditinjau dari kinerja perdagangan


1. Saham Big Caps (BLUECHIP) – saham pergerakan utama IHSG, fundamental perusahaanya kuat , konsisten dalam pembagian deviden dan pergerakannya cenderung stabil naik/ turun.

2. Saham Medium Caps - lapis kedual – saham potensial yang memiliki karakteristik yang sama dengan Bluechips tapi dengan kapasitas yang lebih kecil . Masa depannya cerah.

3. Saham Small Caps (tidur / gorengan ) – saham yang jarang bergerak, namun sekalinya bergerak sangat drastic. Fundamental perusahaanya lemah.

4. Income Stock

5. Growth Stocks – dibagi atas well-known dan lesser –known

6. Speculative Stocks

7. Cyclical Stocks Selengkapnya...

Monday, March 21, 2011

Pengertian Manajemen risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi


  • Risiko Operasional

  • Risiko Hazard

  • Risiko Finansial

  • Risiko Strategik


Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).

Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

Sejarah


Rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi.[1] Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).

Tahun 1970-an dan 1980-an disebut sebagai zaman kedua manajemen risiko di mana perusahaan-perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar menjaga barang yang diasuransikan.[1] Pada masa ini juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750 pada tahun 1979.

Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang merupakan jabatan CRO pertama di dunia.[1]

Zaman ketiga manajemen risiko dimulai tahun 1995 dengan diterbitkannya AS/NZS 4360:1995 oleh Standards Australia of the World's Risk management Standard.[1]

Pengertian Risiko


Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.

Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity, sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).

Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil.Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah hal ini juga tergolong risiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.

Kategori risiko


Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

  1. risiko spekulatif, dan

  2. risiko murni.


Risiko spekulatif


Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.

Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.

Risiko murni


Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ).

Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.

sumber : wikipedia Selengkapnya...

Tuesday, November 16, 2010

Pengertian Infrastruktur

Infrastruktur fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistim struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat [1] sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan [2] agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik [3] Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat. dalam beberapa pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit.[4] bila dalam militer, istilah ini dapat pula merujuk kepada bangunan permanen dan instalasi yang diperlukan untuk mendukung operasi dan pemindahan [5].

 

Infrastruktur dalam pengertian lain


Dalam kegunaan dalam aplikasi lain, infrastruktur dapat merujuk pada teknologi informasi, saluran komunikasi formal dan informal serta alat-alat pengembangan perangkat lunak, jaringan sosial politik atau kepercayaan pada kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Dalam konseptual gagasan bahwa struktur pengorganisasian merupakan penyediaan infrastruktur dan dukungan untuk sistem atau bagi layanan organisasi seperti dalam sebuah kota, negara, perusahaan, atau kumpulan orang dengan kepentingan umum. Infrastruktur dapat pula mengacu pada sebuah konsep yang dikembangkan oleh Karl Marx berartikulasi dengan suprastruktur

Contoh: infrastruktur manajemen teknologi informasi, infrastruktur penelitian , infrastruktur teroris , infrastruktur pariwisata dll

sumber :wikipedia.com Selengkapnya...

Wednesday, October 27, 2010

Rangkuman Matakuliah Kewirausahaan ..









Mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan (PKOP4206) berbobot 3 sks dengan 6 pokok kajian yang tertuang dalam 6 Modul. Pada mata kuliah ini membahas dan mengkaji berbagai permasalahan kewirausahaan yang terjadi di era reformasi dan globalisasi.Selanjutnya, dibahas pula bagaimana menjadi wiraswastawan yang tangguh berwirausaha.

Setelah mempelajari Modul ini diharapkan Anda dapat:

  1. menjelaskan konsep-konsep dasar kewirausahaan;

  2. menjelaskan tentang kebutuhan berprestasi dan berkreativitas bagi seorang wirausaha;

  3. mengidentifikasi peluang bisnis dalam kewirausahaan;

  4. menjelaskan manajemen bisnis dalam kewirausahaan;

  5. menunjukkan kebersamaan dan etika bisnis;

  6. mengidentifikasi pengembangan kewirausahaan.


Mata kuliah ini disusun dalam 6 Modul sebagai berikut.

  1. Modul 1: Konsep-konsep Dasar Kewirausahaan/Entrepreneurship

  2. Modul 2: Pendidikan, Kebutuhan Berprestasi, dan Kreativitas bagi Wirausahawan

  3. Modul 3: Identifikasi Peluang Bisnis dalam Wirausaha

  4. Modul 4: Manajemen Bisnis dalam Kewirausahaan

  5. Modul 5: Kebersamaan dan Etika Bisnis

  6. Modul 6: Pengembangan Kewirausahaan


Untuk mempelajari mata kuliah ini, Anda dapat mempelajarinya secara mandiri atau berdiskusi secara berkelompok. Selain itu, Anda dapat mengerjakan latihan-latihan dan tes formatif yang terdapat di setiap akhir kegiatan belajar.

Selanjutnya agar Anda berhasil dengan baik dalam mempelajari mata kuliah ini, ikutilah petunjuk belajar berikut ini.

  1. Bacalah dengan cermat Tinjauan Mata Kuliah ini sampai Anda memahami betul apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari mata kuliah ini!

  2. Bacalah sepintas setiap Modul dan temukan kata-kata yang Anda anggap baru. Tandailah dengan memakai stabilo dan carilah pada kamus yang Anda miliki!

  3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi mata kuliah ini, melalui pemahaman sendiri, bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain, serta dengan tutor Anda.

  4. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi melalui pengalaman sehari-hari yang berhubungan dengan masalah-masalah pendidikan kewirausahaan dalam kelompok kecil atau secara klasikal pada saat tutorial.


Selanjutnya silakan Anda mempelajari mata kuliah ini, mulailah dari Modul 1 berurutan sampai dengan Modul 6 dengan baik.


MODUL 1: Konsep-konsep Dasar Kewirausahaan/Entrepreneurship Kegiatan Belajar 1: Konsep-konsep Dasar Kewirausahaan
Rangkuman

Konsep entrepreneurship mulai diperkenalkan pada abad ke-18 di Prancis oleh Richard Cantillon. Pada periode yang sama di Inggris juga sedang terjadi revolusi industri yang melibatkan sejumlah entrepreneur. Kemudian, gagasan tersebut dibahas secara lebih mendalam oleh Joseph Schumpeter, seorang ahli ekonomi Jerman, pada tahun 1911. Melalui teori pertumbuhan ekonomi dari Schumpeter konsep entrepreneurship telah didudukkan pada posisi yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan.Pengertian entrepreneurship itu sendiri berkembang sejalan dengan evolusi pemikiran para ahli ekonomi di dunia barat, kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk ke Indonesia. Di negara kita sendiri konsep entrepreneurship tersebut dialihbahasakan sebagai kewiraswastaan atau kewirausahaan.

Dari sejumlah definisi yang dikemukakan oleh para ahli baik dalam maupun luar negeri diketahui bahwa terdapat banyak keragaman definisi yang terjadi. Hal ini sangat mungkin karena konsep kewirausahaan itu sendiri merupakan konsep ilmu sosial yang bersifat dinamis dan akan selalu mengalami perubahan seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh perkembangan ilmu itu sendiri. Sejumlah definisi yang telah disumbangkan oleh para ahli tersebut merupakan landasan bagi pengembangan studi lebih lanjut.

Kegiatan Belajar 2: Sifat dan Ciri-ciri Kewirausahaan
Rangkuman

Dari beberapa literatur asing dan dalam negeri diperoleh gambaran bahwa begitu banyak rumusan tentang ciri-ciri atau karakteristik dari para wirausaha yang telah memperkaya wacana kewirausahaan itu sendiri. Sejak konsep entrepreneurship diperkenalkan sampai dengan sekarang terdapat kecenderungan adanya berbagai penambahan dalam ciri-ciri tersebut. Hal ini bisa dipahami mengingat semakin modern tingkat kehidupan suatu masyarakat maka akan semakin kompleks dan bervariasi pula hal-hal yang bisa dilakukan oleh seorang wirausaha. Dan setiap perubahan pola kehidupan suatu masyarakat selalu meminta tuntutan kemampuan yang berbeda sehingga sifat, sikap, dan ciri yang dituntut dari seorang wirausaha pada setiap tahap perubahan tersebut akan berbeda-beda pula. Apa yang disajikan dari hasil penelitian Hornaday yang kelihatan begitu mendalam tentang ciri-ciri kewirausahaan tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk diperbarui dan diberikan penambahan-penambahan baru, tetapi paling tidak hasil penelitian beliau dapat dijadikan landasan yang sangat berharga untuk mengembangkan studi lebih lanjut.

Kegiatan Belajar 3: Peran dan Fungsi Kewirausahaan
Rangkuman

Pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai oleh negara maju dan upaya peningkatan kesejahteraan yang sedang dilaksanakan oleh negara sedang berkembang, dalam keadaan bagaimanapun konteksnya, banyak bergantung pada mutu sumber daya manusia yang memiliki semangat kewirausahaan, yaitu manusia-manusia yang mampu berpikir logis, sistematis, kritis, kreatif dan inovatif, berwawasan jauh ke depan, dan berani menghadapi tantangan serta tidak takut terhadap berbagai risiko yang akan terjadi. Hal inilah yang menegaskan peran dan fungsi kehadiran para wirausahawan dalam pembangunan.

Terdapat enam peran dan fungsi kewirausahaan dalam pembangunan, yaitu sebagai inovator, perencana, pengambil keputusan, penanggung risiko, dan penghubung.

Daftar Pustaka

  • Afiff, Faisal (1994). Menuju Pemasaran Global. Bandung: Eresco.

  • Archer, Howard (1990). "The Role of the Entrepreneur in the Emergence and Development of UK Multinational Enterprises": Journal of European Economic History (on line) Available: URL

  • Business Town (2000) "Entrepreneurial: profile of an Entrepreneur. Small business Web Guide (on line). Available: URL

  • Carland, Jame W. et al. (1984). Differentiating Entrepreneurs from small Business Owners: A Conceptualization. Academic of Management Review. April 1984.

  • Clayton, Oliver. (1981). Planning a Career as a Business Owner. Business Education Forum 36.

  • Cole, Arthur (1959. Business Enterprise in its Social Setting. Cambridge: Harvard University Press.

  • Danuhadimejo, Jatmiko (1981). Suatu Tinjauan terhadap Peranan Pendidikan dan Pengembangan Kewirausahaan dalam menunjang Pembangunan di Indonesia. Bandung: IKIP Bandung.

  • Hornaday, A. John (1982). Research About Living Entrepreneur. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

  • Howard, Archer (1990). "The Role of the Entrepreneur in the Emergence and Development of UK Multinational Enterprises": Journal of European Economic History (on line) Available: URL

  • Kartajaya, Hermawan, dkk. (1996) 36 Kasus Pemasaran Asli Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputendo.

  • Kent, Calvin A.et al. (1982). Encyclopedia of Entrepreneurship. Englewood Cliffs: Prentice Hall, Inc.

  • Kirzner, Israel M. (1979). Perception, Opportunity, and Profit: Studies in the Theory of Entrepreneurship. Chicago: University of Chicago Press.

  • Koontz, Harold dan O'Donell, Cyrill (1972). Principle of Management, Analysis of Managerial Functions. Kokusha, Tokyo: McGraw Hill Ltd.

  • Kuratko, Donald F. dan Hodgetts, Richard M. (1989). Entrepreneurships: A Contemporary approach. Chicago: The Dryden Press.

  • Matherly, Timothy A. dan Goldsmith, Ronald E. (1985) :The Two Faces of Creativity." Business Horizons. September - Oktober.

  • Meredith, Geoffrey G. et. al. (1996) Kewirausahaan: Teori dan PraktIk. Seri Manajemen No. 17. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

  • Napitupulu, WP. (1976)" Pendidikan Kewiraswastaan di Indonesia." Kertas Kerja pada Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan Kewiraswataan di Indonesia. Jakarta, 21 - 23 Juli 1976

  • Porter, Michael E. (1988) Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: The Free Press.

  • Pusat latihan Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (1995). Kewirausahaan Indonesia dengan Semangat 17 - 8 - 45. Jakarta: Kloang Klede Jaya.

  • Sagir, Soeharsono (1975). Entrepreneurship Transmigrasi. Bandung: BPFE, Universitas Pajajaran Bandung.

  • Schumpeter, Joseph (1951) "Change and the Entrepreneur" in Essays of J.A. Schumpeter. Ed. Richard V. Clemence (Reading). Mass: Addison Wesly.

  • Shapero, Albert (1975) Entrepreneurship and Economic Development. Milwaukee: Project ISEED, Ltd.

  • Soemanto, Wasty (1984). Alternatif Pendidikan Wiraswasta Menuju Tinggal Landas Pembangunan. Surabaya: Usaha Nasional.

  • Soemarwoto, Otto (1991) Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit Djambatan.

  • Sumahamidjaya, Suparman (1976) Prakata Ketua Panitia. Prakata pada Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan Kewiraswastaan di Indonesia. Jakarta, 21 - 23 Juli 1976

  • Sumarno. (1984). Kontribusi Sikap Mental Wiraswasta untuk Berprestasi. Jakarta: Era Swasta

  • Usman, W. (1995) Pengaruh Globalisasi Terhadap Ekonomi (Kertas Kerja). Jakarta.



MODUL 2: Pendidikan, Kebutuhan Berprestasi, dan Kreativitas Bagi Wirausahawan Kegiatan Belajar 1: Pendidikan, Kebutuhan Berprestasi, dan Kreativitas
Rangkuman


  1. Kebutuhan berprestasi dan kreativitas merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan keduanya perlu dimiliki oleh seorang wirausaha. Jika seorang wirausaha telah meyakini bahwa dirinya mampu mengorganisasikan berbagai kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya untuk berprestasi maka logikanya ia akan semakin yakin bahwa dirinya akan bisa mengembangkan kreativitasnya.

  2. Kebutuhan berprestasi merupakan dorongan (keadaan) dari dalam yang memacu seseorang bekerja keras untuk mencapai prestasi tertentu. Sedangkan kreativitas adalah kemampuan untuk melahirkan sesuatu yang baru atau sesuatu yang relatif baru baik berupa gagasan atau karya nyata.

  3. Wirausaha yang kreatif dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu pemikir aktivis dan pemikir kreatif. Sedangkan faktor yang menyebabkan kreativitas pada seorang wirausaha adalah kepekaan masalah, aliran gagasan keaslian dan fleksibilitas.

  4. Pengembangan motivasi berprestasi dipengaruhi oleh 2 faktor utama, yaitu kemauan berprestasi dan kemampuan berprestasi.
    Sedangkan pengembangan kreativitas dapat dilakukan dengan cara pemilihan waktu yang tepat, mempelajari bagaimana bersantai secara mental, bersikap waspada dan menciptakan kebiasaan kerja produktif.


Kegiatan Belajar 2: Jalan menuju Wirausaha Sukses
Rangkuman


  1. Banyak faktor yang mempengaruhi seorang wirausaha dalam mencapai jenjang kesuksesan. Faktor-faktor tersebut, antara lain kemampuan seorang wirausaha dalam menggunakan sumber daya, kejelian dalam melihat peluang pasar, kemampuan dalam memasuki produk, kemampuan dalam memanfaatkan sumber daya luar, dan kemampuan dalam menjalin kemitraan.

  2. Kemampuan seorang wirausaha dalam mengelola sumber daya, seperti tenaga kerja, finansial, dan teknologi merupakan tuntutan praktis yang harus dikuasai oleh seorang wirausaha. Ketiga faktor tersebut merupakan faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap pengelolaan operasional organisasi sehari-hari.

  3. Semakin meningkat kebutuhan masyarakat merupakan peluang pasar. Keadaan masyarakat yang heterogen, kebutuhan manusia yang berbeda-beda, dan adanya perbedaan kemampuan serta sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatu masyarakat merupakan faktor-faktor yang menciptakan peluang bisnis.

  4. Kemampuan seorang wirausaha dalam memasarkan produk akan tercermin dari langkah-langkah pemasaran yang ditempuhnya. Agar seorang wirausaha berhasil dalam memasarkan produknya, terdapat tiga langkah yang harus ditempuh, yaitu mengidentifikasi dan mengevaluasi kesempatan, menganalisis segmen pasar dan menentukan target market, serta merencanakan strategi bauran pemasaran untuk target market-nya. Menggunakan sumber daya luar dan kemitraan merupakan cara yang baik untuk membantu seorang wirausaha dalam mengembangkan kemampuan usahanya, mencari informasi dari berbagai sumber, serta mencari solusi dari masalah usaha yang dihadapi.

  5. Menggunakan sumber daya luar dan kemitraan merupakan cara yang baik untuk membantu seorang wirausaha dalam mengembangkan kemampuan usahanya mencari informasi dari berbagai sumber, serta mencari solusi dari masalah usaha yang dihadapi.


Daftar Pustaka

  • Alma, Buchari (1992). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.

  • ______. (1999). Kewirausahaan. Panduan Perkuliahan. Bandung: Alfabeta.

  • Daft, Richard L. (1998). Organization Theory Design. 6th Ed. Cincinnati: South Western College Publishing.

  • Darojat, Ojat. (1999). Individual Differences That Make Individual Unique. Essay. Bendigo: Latrobe University.

  • Deny, Richard. (1994) Sukses Memotivasi Jurus Sukses Meningkatkan Prestasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

  • Drucker, Peter P. (1985). Innovation and Entrepreneurship Practice and Principles. New York: Harper & Row Publishers.

  • Harefa, Andreas. (2000). Berwirausaha dari Nol: 10 Kiat Sukses dengan Modal Seadanya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

  • Kartajaya, Hermawan, dkk. (1996). 36 Kasus Pemasaran Asli Indonesia: Bermain dengan Persepsi. Jakarta: Elex Media Komputindo.

  • Kuratko, Donald F. dan Hodgetts, Richard M. (1989). Entrepreneurship 4 Contemporary Approach. Chicago: The Dryden Press.

  • Mason, Joseph G. (1985) How to Develop Ideas. Nation Business. The U.S. Chamber of Commerce.

  • Meredith, Geoffrey G. et.al. (1996) Kewirausahaan Teori dan Praktik. Seri Manajemen No. 17. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

  • Hisrich, Robert D. dan Peters. Michael P. (1998). Entrepreneurship. 4th Ed. Boston: Irwin McGraw-Hill.

  • Pusat Latihan Koperasi dan Pengusaha Kecil. (1995). Kewirausahaan Indonesia dengan Semangat 17 - 8 - 1945. Jakarta: Kloang Klede Jaya

  • Raudsepp, Fugene. (1970). How Creative Are You? Personnel Journal.

  • Siddigi, M. Nejatullah. (1496). Partnership and Profit Sharing in Islamic Law (Kemitraan Usaha dan Bagi Hasil dalam Hukum Islam) Diterjemahkan oleh Fakriayah Mumtihani. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.

  • Sinetar, Marsha. (1985). "Entrepreneurs, Chaos, and Creativity, Can Creative People Really Survive Large Company Structure". Sloan Management Review.

  • Supriadi, Dedi. (1994). Kreativitas dan Kebudayaan IPTEK. Bandung: Alfabeta.

  • Timpe, A. Dale. (1992). Creativity. New York: Kend Publishing.

  • Vicere, Albert A. (1985). "Managing Internal Entrepreneur". Management Review.

  • Wanna, John et al. (1996). Entrepreneurial, Management in The Public Sector. Brisbane: Center for Australian Public Sector Management.

  • Widjava. A.W. (1986). Peranan Motivasi dalam Kepemimpinan. Jakarta: Akademika Presindo

  • Zikmund, William dan D. Amico Michael. (1989). Marketing. 3rd Ed. Brisbane: John Wiley & Sons Inc.



MODUL 3: Identifikasi Peluang Bisnis dalam Kewirausahaan Kegiatan Belajar 1: Identifikasi Peluang dalam Kewirausahaan
Rangkuman

Ide-ide dari wirausahawan menciptakan nilai-nilai potensial sekaligus peluang. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausahawan perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang mungkin terjadi. Keberhasilan, wirausahawan bukan semata-mata karena atas ide sendiri, tetapi dapat juga berasal dari pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain.Proses penjaringan agar ide potensial menjadi produk dan jasa real melalui langkah-langkah sebagai berikut, yaitu menciptakan produk baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam, menaksir biaya awal, dan memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.

Kegiatan mengidentifikasi pesaing merupakan upaya awal dari wirausahawan untuk dapat masuk ke pasar. Mengenal pesaing adalah hal yang sangat penting bagi wirausahawan. Wirausahawan harus membandingkan secara cermat tentang produk, harga, saluran, dan promosi yang dimiliki pesaing.

Tingkat persaingan berdasarkan tingkat substitusi produk terdiri atas persaingan merek, persaingan industri, persaingan bentuk dan persaingan generik.

Strategi Industri adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan pada pasar bersaing sempurna yang terdiri atas pintu masuk dan penghalang mobilitas, pintu ke luar dan penghalang penciutan, struktur biaya, tingkat integrasi vertikal, dan tingkat globalisasi.

Wirausahawan harus dapat menilai kekuatan dan kelemahan pesaing dan mengestimasi pola persaingan.

Beberapa alat analisis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang usaha adalah analisis SWOT, Matriks Profil Kompetitif, dan Matriks BCG.

Kegiatan Belajar 2: Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya
Rangkuman

Ada 3 cara yang dapat dilakukan oleh wirausahawan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha, yaitu merintis usaha baru (starting), membeli perusahaan orang lain (buying), dan kerja sama manajemen (franchising).

Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki, (2) penentuan bentuk kepemilikan usaha, seperti perusahaan perorangan, Firma, Persekutuan, dan Perseroan, (3) tempat usaha yang akan dipilih, (4) organisasi usaha yang akan digunakan, seperti struktur organisasi usaha sederhana, struktur organisasi pertumbuhan usaha terbatas, struktur organisasi usaha sistem Departemen, dan struktur organisasi garis pada perusahaan besar.

Ada empat hal penting untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli, yaitu alasan pemilik menjual perusahaan, potensi produk dan jasa yang dihasilkan, aspek legal yang dimiliki perusahaan, dan kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual.

Franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. Perusahaan yang diberi lisensi disebut franchisor dan penyalur disebut franchisee. Dalam franchising, perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk, merek dagang, dan prosedur penyelenggaraannya secara standar.

Kegiatan pengembangan kewirausahaan pada modul ini difokuskan pada usaha kecil, hal ini dikarenakan kegiatan usaha kecil baik di Indonesia maupun di dunia cukup besar pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi. Usaha kecil relatif lebih efisien dibandingkan dengan usaha besar, seperti pada kasus krisis moneter sekitar tahun 1998. Menurut Undang-undang No. 9/1995 pasal 5 menyatakan bahwa usaha kecil adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000,00 atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000,00.

Usaha kecil adalah usaha yang menyerap 5 - 19 orang yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik, dan pekerja keluarga.

Berdasarkan pengelompokan industri, terdiri atas industri kecil menyerap tenaga kerja 10 - 49 orang, industri sedang 50 - 99 orang, dan industri besar 100 orang lebih.

Daftar Pustaka

  • Kotler, Philip. (1997). Manajemen Pemasaran (Marketing Management 9e). Jakarta: Prenhallindo.

  • Longenecker, J. G., at al. (2001). Kewirausahaan (Manajemen Usaha Kecil). Jakarta: Salemba Empat.

  • Meredith, Geoffrey G. 1996. Kewirausahaan (Teori dan Praktik) Seri Manajemen No. 97. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

  • Rangkuti, Freddy. (1998). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

  • Suryana. (2001). Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.



MODUL 4: Manajemen Bisnis dalam Kewirausahaan Kegiatan Belajar 1: Manajemen Produksi dan Keuangan
Rangkuman

Dalam manajemen produksi terdapat perencanaan yang terdiri atas penempatan produk dan skala produksi, pemilihan proses produksi, serta penentuan lokasi. Pengorganisasian produksi, dan pengendalian produksi yang terdiri atas pengendalian bahan baku, tenaga kerja, persediaan produk, dan mutu produk, serta pengendalian proses produksi, sedangkan dalam manajemen keuangan terdiri atas perencanaan keuangan, analisis yang terdiri atas analisis rasio, analisis persentase per komponen, dan analisis perbandingan. Pengendalian keuangan terdiri atas pengendalian arus kas, sumber dan penggunaan dana, kas, piutang, serta persediaan.Kegiatan Belajar 2: Manajemen Pemasaran dan Sumber Daya Manusia
Rangkuman

Manajemen pemasaran terdiri atas perencanaan yang terdiri atas penentuan visi dan misi perusahaan, penentuan strategi dan taktik pemasaran. Pemasaran strategis terdiri atas segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penempatan produk sedangkan untuk taktik pemasaran terdiri atas taktik produk, taktik harga, taktik tempat dan distribusi, serta taktik promosi.

Dalam manajemen sumber daya manusia yang perlu diperhatikan adalah perencanaan, penempatan/staffing, pengembangan dan pemeliharaan sumber daya manusia.

Daftar Pustaka

  • Downey, W. David dan Erickson, Steven P. (1992). Manajemen Agribisnis. Jakarta: Erlangga.

  • Handoko, T. Hani. (1995). Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta: BPFE.

  • Husnan, Suad dan Pudjiastuti, Enny. (1998). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP AM YKPN.

  • Kotler, Philip. (1997). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhallindo.

  • Nuraeni, Ida dkk. (2002). Manajemen Agribisnis. Bogor: STPP.

  • Munawir, S. (1981). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

  • Musyadar, Achmad. (2002). Dasar-dasar Akuntansi. Bogor: STPP.

  • Sunyoto, Agus. (1995). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: STIE IPWI.

  • Tjiptono, Fandi dan Diana, Anastasia. (1996). Total Quality Management. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.

  • _________ . Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.



MODUL 5: Kebersamaan dan Etika Bisnis Kegiatan Belajar 1: Komunikasi Bisnis dan Negosiasi
Rangkuman

Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan yang ingin dipenuhi. Akan tetapi, alat-alat pemenuhan kebutuhan tidak selamanya ada pada diri seseorang yang mempunyai kebutuhan tersebut. Untuk itu, perlu dicarikan jalan bagaimana seseorang dapat memperoleh alat-alat pemuas kebutuhan tersebut yang dikuasai oleh pihak lain. Salah satu cara adalah dengan jalan melakukan perundingan untuk dapat memperoleh alat-alat pemuas kebutuhan. Mengingat jenis kebutuhan seseorang dapat beraneka ragam maka segala sesuatu yang merupakan kebutuhan dapat menjadi objek perundingan atau negosiasi.Perundingan merupakan suatu kegiatan yang memanfaatkan informasi dan kekuatan yang dimiliki guna mempengaruhi sikap dan perilaku pihak (orang) lain, dalam suatu situasi tertentu. Perundingan merupakan satu cara yang terbaik untuk memperoleh alat-alat pemuas kebutuhan yang dikuasai oleh pihak lain. Perundingan harus komunikatif, kreatif, inovatif bahkan harus waspada dan aktif guna menembus berbagai kesulitan dan hambatan dalam perundingan agar tujuan dapat tercapai. Secara praktis perundangan dua pihak itu adalah untuk mencapai sasaran berupa tercapainya persetujuan tertentu.

Setiap perundingan memerlukan persiapan yang matang dari setiap perundingan. Persiapan meliputi pengenalan akan permasalahan, asumsi-asumsi, strategi dalam perundingan, pengenalan dan penguasaan akan informasi, pengenalan akan kekuatan dan kelemahan diri sendiri, serta perhitungan faktor waktu sehingga dengan tepat dapat menerapkan strategi perundingan guna mencapai tujuan.

Garis besar proses perundingan meliputi (1) persiapan sebelum maju ke meja perundingan, (2) bersoal-jawab sebagai awal dalam perundingan yang lebih merupakan penjajagan, (3) memajukan usulan, dan (4) tawar-menawar tanpa melupakan sasaran dan persyaratan/prasyarat. Setiap permasalahan yang dirundingkan hendaknya dikaitkan satu dengan lain agar sasaran dalam perundingan dapat dicapai.

Kegiatan Belajar 2: Kewirausahaan yang Berasaskan Kebersamaan dan Etika Bisnis yang Sehat
Rangkuman

Seorang wirausaha akan dapat bertahan dan dapat mengembangkan kegiatan usahanya harus dapat mengikuti perkembangan lingkungan, selera para langganan atau konsumen terhadap hasil produksinya. Suatu usaha yang berkembang dapat dilihat dari adanya peningkatan omset penjualan, yang berarti peningkatan volume usaha, pertambahan karyawan, peningkatan laba usaha dan makin meningkatnya kekayaan perusahaan. Untuk meningkatkan operasional perusahaan, diperlukan. Pertama adalah kebersamaan intern perusahaan, untuk mewujudkan komitmen tersebut mutlak diperlukan kebersamaan antara sesama karyawan atau antara pimpinan dengan karyawan sehingga kontribusi tenaga para pegawai dapat maksimal. Kedua adalah kebersamaan perusahaan dengan pihak luar juga harus diperhatikan, yaitu hubungan dengan pasar dalam hal ini konsumen, tetapi tidak kalah pentingnya dengan pihak-pihak yang mendukung operasional perusahaan seperti lembaga keuangan, supplier, dan pemerintah.

Suatu wirausaha akan dikatakan berhasil apabila berkelanjutan perusahaan dalam berusaha, dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan kualitas hidup konsumennya serta dapat memperbaiki kualitas lingkungan dari lokasi usahanya

Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan mengembangkan usaha melalui kiat-kiat dalam mengidentifikasikan peluang, mampu mengorganisasikan dan menggerakkan berbagai sumber daya dalam memanfaatkan peluang yang ada serta mendayagunakan potensi sumber daya manusia yang ada. Kemauan yang kuat untuk berkarya dengan semangat mandiri tercermin pada kemampuan dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat

Seorang wirausaha harus berani mengambil risiko atas keputusan yang telah ditetapkan, dapat memprediksi keberhasilan usaha dan dapat menekan risiko sekecil mungkin. Selalu kreatif dalam menemukan target-target baru, tekun dalam berusaha tidak mudah menyerah, teliti dalam bertindak, artinya tidak gegabah dalam bersikap serta selalu berpikir produktif untuk selalu menghasilkan yang bermanfaat bagi perusahaannya maupun bagi masyarakat.

Seorang wirausaha harus mampu menjalankan etika bisnis yang sehat dengan cara; selalu menjaga produk dan jasa pada pelanggan, bersikap kebersamaan dengan lingkungan, menjalankan norma bisnis sesuai dengan kebiasaan usaha yang berlaku, serta dalam persaingan menghindar dari cara-cara yang tidak sehat.

Daftar Pustaka

  • N.G. Butelin. (1950). Entrepreneurial Biography; A. Symposium. Explorations in Entrepreneurial History, 1 May 1950, 223-236.

  • B.F Hoselita. (1952). Entrepreneurship and Economic Growth. American Journal of Economics and Sociology, 12 October 1952, 97-110.

  • F. Harbison. (August 1956). Entrepreneurial Organization as A Factors in Economic Development. Quality Journal of Economic, 70.

  • Huisrich, Robert D. (1986). Entrepreneurship and Entrepreneurship Methods for Creating New Companies That Have an Impact on Economic Renaissance of an Area. In Entrepreneurship, Entrepreneurship an Venture Capital. Ed. Robert D. Huisrich. Leington: Mass-Lexington Books.

  • Buchori Alma. (1999). Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

  • Salim Siagian. (1995). Pengembangan Kewirausahaan di kalangan Pengusaha Kecil dan Koperasi di Indonesia. Bahan pelengkap rapat koordinasi "Program Pemasyarakatan dan Pembudayaan Kewirausahaan". Dilaksanakan di Pusat Latihan Koperasi dan Pengusaha Kecil 3 April 1995.



MODUL 6: Pengembangan Kewirausahaan Kegiatan Belajar 1: Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Pengusaha Kecil dan Koperasi di Indonesia
Rangkuman

Wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewirausahaan, keberanian mengambil risiko, keutamaan, kreativitas, dan keteladanan dalam menangani usaha atau perusahaan dengan berpijak pada kemauan dan kemampuan sendiri. Pengertian kewirausahaan identik dengan entrepreneurship karena dalam entrepreneurship mencakup terutama sikap (1) pengambilan inisiatif atau prakarsa, (2) pengorganisasian atau upaya menggerakkan mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya atau keadaan menjadi lebih baik, (3) keberanian menerima risiko. Para ekonom mengartikan entrepreneurship sebagai seseorang yang mampu mengombinasikan dengan tepat berbagai sumber daya untuk menghasilkan nilai yang lebih besar dibanding sebelumnya dan sekaligus membawa perubahan, inovatif, dan cara-cara baru. Sedangkan menurut para psikolog entrepreneurship adalah orang yang mempunyai daya dorong tertentu yang diperlukan untuk memperoleh sesuatu untuk bereksperimen, melakukan sesuatu atau malahan untuk menghindari sesuatu. Bagi seorang pengusaha biasa entrepreneur dianggap sebagai ancaman dan oleh para pemilik modal entrepreneurship adalah sangat didambakan karena kemampuannya untuk menghasilkan kekayaan bagi dirinya dan bagi orang lain.Perkoperasian di Indonesia pengembangannya diselenggarakan melalui peningkatan kemampuan organisasi, manajemen kewirausahaan dan permodalan dengan didukung oleh peningkatan jiwa dan semangat berkoperasi. Di sini kewirausahaan memegang peranan dalam pengembangan perkoperasian karena jiwa wiraswasta yang dimiliki oleh para pengurus, anggota dan para kader koperasi akan menjadikan koperasi berkembang dan maju. Jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, koperasi, dan golongan ekonomi lemah perlu terus dipupuk dan dikembangkan melalui peningkatan kemampuan berproduksi, berusaha dan bekerja sama serta kemampuan menciptakan daya saing dalam pemasaran hasil produksinya. Pengembangan ekonomi rakyat diutamakan pada pengembangan kewiraswastaan, penyediaan sarana dan prasarana, fasilitas pendidikan dan pelatihan, bimbingan dan penyuluhan, serta bantuan permodalan

Semangat kewirausahaan perlu dimasyarakatkan dan dibudayakan oleh para pemimpin pada umumnya dan pengusaha pada khususnya, dengan cara menumbuhkan:

  1. kemauan yang kuat untuk berkarya terutama dalam bidang ekonomi dan semangat mandiri;

  2. mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil risiko;

  3. tekun, teliti dan produktif;

  4. berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.


Kegiatan Belajar 2: Strategi Mengembangkan Kewirausahaan
Rangkuman

Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kiat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat, dan unggul dalam menangani dan mengembangkan kegiatan usaha. Batasan kewirausahaan melekat pada orang-orang secara pribadi, tetapi sebagian melekat pada kelembagaan. Dengan demikian, pengembangan kewirausahaan tidak hanya menyangkut pribadi perseorangan, tetapi memerlukan wadah, yaitu perusahaan yang ditangani atau dikembangkan.

Beberapa prinsip umum dalam penumbuhan, pengembangan, dan penyebarluasan kewirausahaan, yaitu semangat, sikap, perilaku dan kinerja seseorang atau kelompok orang. Kemauan dan kemampuan kewirausahaan yang dipengaruhi oleh faktor keturunan atau bakat, upaya penumbuhan, dan pengembangan. Setiap daerah selalu muncul orang-orang yang mempunyai bakat wirausaha dengan tingkatan yang berbeda-beda. Pada intinya semangat sikap dan perilaku kewirausahaan tidak semua orang dapat memiliki, tetapi dengan bekerja keras mau mengambil contoh orang lain tentunya jiwa kewirausahaan berangsur-angsur akan tumbuh dan berkembang

Pengembangan kewirausahaan secara tradisional banyak kita jumpai pada masyarakat Minang, warga keturunan, dan pola magang yang dilakukan oleh pedagang keliling dan banyak usaha lazim yang dilakukan secara turun-temurun di mana usaha bisa menjadi besar karena terdapatnya jiwa kewirausahaan dari si pemiliknya

Untuk pembinaan usaha kecil agar dapat menjadi besar perlu ada seleksi, kemudian diberikan pelatihan yang intensif dalam jangka panjang selanjutnya mereka diberikan kesempatan magang dalam bidang tertentu agar menjadi ahli pada bidangnya selanjutnya dapat memulai usahanya dengan mandiri.

Strategi pengembangan kewirausahaan pada dasarnya berpijak pada keyakinan bahwa kinerja seseorang atau kelompok orang merupakan hasil akhir dari 3 unsur yang selalu berintegrasi, yaitu kemauan, kemampuan, dan kesempatan.

Pendidikan kewirausahaan sangat perlu dan diajarkan sejak usia dini sehingga kurikulum pendidikan di SD, SLTP, dan SMU materi kewirausahaan harus dimasukkan sebagai pokok bahasan sehingga jiwa kewirausahaan akan dimiliki seluruh anggota masyarakat.

Daftar Pustaka

  • B.F Hoselita. (12 Oktober 1952). Entrepreneurship and Economic Growth. American Journal of Economics and Sociology. p. 97-110

  • F. Harbison. (August 1956). Entrepreneurial Organization as A Factors in Economic Development. Quality Journal of Economic p. 70.

  • Huisrich, Robert D. (1986). Entrepreneurship and Intrapreneurship Methods for Creating New Companies That have an Impact on Economic Renaissance of an Area " in "Entrepreneurship, Intrapreneurship an Venture Capital. Ed. Robert D. Huisrich. Leington: Mass-Lexington Books.

  • N.G. Butelin. (1 May 1950). Entrepreneurial Biography, A Symposium. Explorations in Entrepreneurial History. p. 223-236.

  • Salim Siagian. (3 April 1995). Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Pengusaha Kecil dan Koperasi di Indonesia. Bahan Pelengkap Rapat Koordinasi "Program Pemasyarakatan dan Pembudayaan Kewirausahaan". Dilaksanakan di Pusat Latihan Koperasi dan Pengusaha Kecil.

  • S. Hardjoseputro. (1987). Berjaya karena Wiraswasta. Jakarta: Galaxy Puspa Mega.


sumber: pustaka

Selengkapnya...

Friday, October 22, 2010

CONTOH MAKALAH PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)

Definisi PDB(Produk Domestik Bruto) 

PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.
PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Analisa Mekanisme (kinerja) Ekonomi Nasional berdasar PDB melalui 3 pendekatan,yaitu :
1. Pendekatan Produksi
2. Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan
3. Pendekatan Pendapatan

1.Pendekatan Produksi


Pendekatan produksi diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai tambah (value added) dari semua sektor produksi. Lalu, besarnya nilai produksi diperoleh dari mana ?

Besarnya nilai produksi (angka-angka PDB) diperoleh dari :
nilai tambah (value added) dari berbagai jenis barang & jasa ! yaitu sesuai dengan ISIC (International Standard Industrial Classification)
sektor industri dapat diklasifikasikan menjadi 11 sektor industri, yg biasanya terbagi mjd 3 kelompok besar :
1.Sektor Primer
2.Sektor Sekunder
3.Sektor Tersier
Besarnya ‘value added’ tiap sektor, yi : VAs = OPs - IPs
Sedangkan nilai PDB-nya diperoleh dengan : PDB = VAsp + VAss + VAst

2.Pendekatan Pengeluaran/Pembelanjaan

Perhitungan dilakukan dengan cara menjumlahkan permintaan akhir dari unit/komponen2 ekonomi, yaitu:
Konsumsi Rumah Tangga (RT)=C
Perusahaan, berupa investasi/pembentukan modal bruto =I
Pengeluaran Pemerintah (konsumsi/belanja pemerintah) =G
Expor – Impor =( X – M )
Dalam Keseimbangan Perekonomian Nasional, sering di formulasikan dalam persamaan sbb:
PDB = C + I + G + ( X – M)

3.Pendekatan Pendapatan

diperoleh dengan cara menghitung jumlah balas jasa bruto (blm dipotong pajak) / hasil dari faktor produksi yang digunakan
PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran. Selengkapnya...

Tuesday, October 19, 2010

Pengertian TQM atau Total Quality Management

TQM atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO,
TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat." Definisi pendeknya, TQM adalah costumer focus dan company-wide dengan melakukan
• aktifitas pendekatan sistem
• aktifitas pendekatan ilmiah

sehingga untuk menjadi perusahaan yang terunggul sebuah perusahaan memberikan kepuasan konsumen melalui produk yang dihasilkan dan jasa kemudian hasilnya untuk meningkatkan unjuk kerja perusahaan. Filosofi dasar dari TQM adalah "sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan." Kendaraan yang digunakan dalam TQM:
1. Manajemen Harian
2. Manajemen Kebijakan
3. Manajemen Cross-functional
4. Gugus Kendali Mutu

TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.

Sumber : wapedia

Posted with WordPress for BlackBerry.

Selengkapnya...

Monday, October 18, 2010

Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir.[6] Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana. Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya. Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.
Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era moderen.

Wapedia.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Selengkapnya...

Pengertian Manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.[2] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[3] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[4]

wapedia.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Selengkapnya...

Wednesday, October 13, 2010

pengertian biaya

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.

Sumber : wapedia Selengkapnya...

pengertian biaya

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.

Sumber : wapedia Selengkapnya...

Sunday, October 10, 2010

RANGKUMAN MSDM1 (PART 1)




Peranan strategis manajemen sumber daya manusia

Saat ini adalah waktu yang menarik bagi para manajer sumber daya manusia (SDM). Globalisasi produksi dan penjualan menunjukkan bahwa tingkat persaingan semakin tinggi, dan tingkat persaingan yang semakin tinggi berarti semakin banyak tuntutan perbaikan mengurangi biaya,  meningkatkan produktivitas karyawan, dan melakukan hal-hal dengan lebih baik dan murah. Bagi para karyawan di seluruh dunia, fungsi sumber daya manusia adalah sebagai pemain kunci dalam menolong perusahaa-perusahaan mencapai tujuan-tujuan strategis ini. Sebagai contoh, lebih dari sepertiga dari seluruh perusahaan saat ini bergantung pada teknologi sumber daya manusia yang telah dikomputerisasikan untuk cara, tes dan/seleksi para pelamar pekerjaa lebih efisien .

 

Pengertian proses manajemen adalah lima fungsi dasar yang berupa perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf ,kepemimpinan, dan pengendalian.

Manajemen sumber daya manusia  (MSDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek “manusia” atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen, termasuk merekrut,menyaring, melatih, memberi penghargaan , dan penilaian.

Mengapa manajemen SDM penting untuk semua manajer? Mengapa konsep-konsep dan teknik-teknik ini penting bagi semua manajer? Barangkali lebih mudah untuk menjawabnya dengan menyebutkan beberapa kesalahan personel yang tidak ingin anda lakukan saat mengatur. Misalnya, Anda tidak ingin:


  • Mempekerjaan orang  yang salah untuk pekerjaan tersebut.

  • Mengalami proses penggantian karyawan yang tinggi.

  • Orang-orang yang anda andalkan tidak melakukan yang terbaik

  • Menghabiskan waktu untuk wawancara yang tidak berguna

  • Membuat perusahaan anda dituntut oleh pengadilan karena tindakan diskriminasi

  • Membuat perusahaan anda diawasi oleh pengawas undang-undang keamanan pekerja federal karena tidak memerhatikan keamanan

  • Mengakibatkan sebagian karyawan berpikir bahwa gaji mereka tidak adil dan tidak sebanding dengan karyawan lainnya didalam organisasi

  • Membiarkan kurangnya pelatihan mengakibatkan berkurangnya efektivitasdivisi anda

  • Melakukan praktik pekerja yang tidak adil


Pengertian otoritas dalam MSDM adalah hak untuk membuat keputusan, mengarahkan pekerjaan orang lain , dan memberikan perintah.

Pengertian manajer lini dalam adalah seorang manajer yang berhak untuk mengarahkan pekerjaan bawahan dan bertanggung jawab untuk mencapai sasaran organisasi.

pengertian manajer staf adalah seorang manajer yang membantu dan memberikan saran kepada manajer lini

pengertian otoritas lini adalah otoritas yang digunakan oleh manajer SDM dengan mengarahkan aktivitas karyawan di dalam divisinya dendiri dan dalam memberikan pelayanan (seperti kafetaria pabrik)>

pengertian otoritas tersirat adalah otoritas yang digunakan oleh manajer SDM berdasarkan pengetahuan lain yang dimiliki karyawan yang memiliki akses ke manajemen puncak (dalam area seperti pengujian dan tindakan persetujuan)

pengertian control fungsional adalah otoritas yang digunakan oleh manajer SDM dalam mengoordinasikan aktivitas personalia.

Pengertian penasihat karyawan adalah SDM harus bertanggung jawab menjelaskan definisi manajemen memperlakukan karyawan, memastikan karyawan memiliki mekanisme yang dibutuhkan untuk menentang praktik yang tidak adil, dan menghadirkan kepentingan karyawan di dalam kerangka kerja yang menjadi kewajiban utamanya kepada manajemen senior.

Pengertian globalisasi adalah kecenderungan perusahaan untuk memperluas penjualan, kepemilikan ,dan/ atau manufaktur kepada pasar baru di luar negeri

Pengertian tenaga kerja nontradisional adalah para pekerja yang menangani lebih dari satu pekerjaan atau mereka yang “kebetulan “ atau bekerja paruh waktu atau mereka yang bekerja paruh waktu datau mereka yang bekerja dalam susunan kerja alternative.

Pengertian modal manusia adalah pengetahuan, pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan keahlian para pekerja perusahaan

Pengertian strategi adalah rencana jangka panjang perusahaan untuk menyeimbangkan kekuatan dan kelemahan internalnya dengan kesempatan dan ancaman eksternal dalam mempertahankan keuntungan komptetitif.

Pengertian standar pengukuran adalah satu set pengukuran prestasi kuantitatif yang digunakan para manajer SDM untuk menilai kegiatan mereka.

Pengertian nilai SDM adalah mengukur efektivitas dan efisiensi fungsi SDM dalam menciptakan tingkah laku karyawan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategis perusahaan.

Pengertian outsourcing adalah membiarkan pemasok luar memberikan jasa-jasa.

RINGKASAN:

1.       Semua manajer melakukan fungsi-fungsi dasar tertentu – perencanaan , pengorganisasian, penyusunan, pengorganisasian, penyusunan staf, kepemimpinan , dan pengendalian. Semua ini melambangkan proses manajemen.

2.       Penyusunan staf, manajemen persnolaia, atau manajemen sumber daya manusia termasuk aktivitas, seperti perekrutan, seleksi,pelatihan, pemberian kompensasi, penilaian, dan pengembangan karyawan.

3.       Manajemen SDM adalah bagian dari tanggung jawab setiap manajer. Tanggung jawab ini termasuk menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, kemudain memberikan orientasi, pelatihan, dan kompensasi untuk meningkatkan prestasi kerja.

4.       Departemen SDM menjalan tiga fungsi utama. Manajer SDM mengaplikasikan garis otoritas dalam unit kerja dan menyiratkan otoritas di tempat lain dalam organisasi. Para manajer SDM ini memastikan bahwa tujuan dan kebijakan SD< dalam organisasi tersebut dikoordinasikan dan diimplementasikan. Dan mereka menyediakan berbagai jasa staf yang beragam kepada manajemen lini, seperti melakukan rekanan dengan CEO dalama mendesain strategi perusahaan, dan membantu dalam mempekerjakan, pelatihan, evaluasi, pemberian penghargaan, promosi, dan pendisiplinan karyawan pada semua tingkatan.

5.       Tren seperti globalisasi, kemajuan teknologi, dan diregulasi berarti bahwa perusahaan harus lebih kompetitif untuk dapat bertahan dan berkembang saat ini. Tren penting lainya termasuk menumbuhkan keragaman tenaga kerja dan perubahan dalam sifat pekerjaan, seperti pergerakan menuju masyarakat jasa dan penekanan yang makin besar pada modal manusia.

6.       Untuk manajer SDM, focus pada kemampuan kompetitif dan produktivitas menuntut keterukuran, tolak ukur yang berdasarkan pada buku yang sesuai dengan efisiensi dan efektivitas SDMsaati ini , dan sesuai dengan efisiensi dan efektivitas yang diharapkan dari program-program baru yang di ajukan.

7.       Para manajer SDM sering menggunakan kartu NIlai SDM untuk memfasilitasi proses pengukuran . kartu nolai SDM adalah model visual dan/atau model yang terkomputerisasi yang memungkinkan para manajer untuk mendemonstrasikan bagian SDM berkontribusi pada kesuksesan keuangan perusahaan. Kartu nilai menunjukkan keterukuran, sebab- akibathubungan di antara tiga hak : 1. Aktivitas SDM, 2. Hasil antara para karyawan (seperti perbaikan modal), 3. Pengukuran hasil akhir perusahaan( seperti peningkatan pelayanan pelanggan dan keuntungan yang lebih tinggi)

8.       Di buku ini, beberapa tema dan tema fitur menekan masalah penting secara khusus, dan menyajikan kontinuitas bab demi bab. Contonya, manajemen SDM asalah tanggung jawab dari setiap manajer--- tidak hanya mereka yang berada dalam departemen SDM.SDM adalah rekan strategis dalam proses pengembangan strategi. SDM bekerja dengan para manajer puncak lain untuk memformulasikan strategi perusahaan seperti juga melaksanakannya.

Sumber : buku manajemen sumber daya manusia edisi kesepuluh jilid 1 garry dessler

Semoga bermanfaat J

Jangan lupa komenya

by: tamachan :) Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan (part8)





BAB 8


RENCANA PEMASARAN

Pengertian bauran pemasaran adalah kombinasi dari produk, harga ,promosi, dan distribusi serta berbagai aktivitas pemasaran lainya yang dibutuhkan untuk mencapai berbagai tujuan pemasaran.

Pengertian analisis situasi adalah mendeskripsikan berbagai pencapaian bisnis masa lalu dan saat ini dari sebuah perusahaan baru.

Pengertian pasar sasaran adalah kelompok spesifik dari pelanggan potensial yang dijadikan sasaran dalam rencana pemasaran perusahaan.

Pengertian segmentasi pasar adalah proses pembagian sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok yang dapat didefinisikan dan terukur dengan tujuan untuk menargetkan strategi pemasaran.

Pengertian tujuan dan sasaran pemasaran adalah pernyataan mengenai tingkat kinerja yang diinginkan oleh perusahaan baru.

Pengertian strategi pemasaran dan rencana tindakan adalah aktivitas-aktivitas spesifik yang digariskan untuk mencapai berbagai tujuan dan sasaran rencana bisnis dari perusahaan.

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab5 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.

semoga membantu

by: tamachan :)
Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan (part7)



BAB 7


RENCANA BISNIS: MENCIPTAKAN DAN MEMULAI USAHA


 

Pengertian rencana bisnis adalah dokumen tertulis yang mendeskripsikan semua elemen internal dan elemen eksternal yang relevan dan strategi-strategi untuk memulai sebuah perusahaan baru.

Pengertian analisis lingkungan adalah penilaian variable-variable tak terkendali eksternal yang mungkin dmemengaruhi rencana bisnis.

Pengertian analisis industri adalah meninjau tren-tren industry dan strategi-strageti kompetitif.

Pengertian deskripsi perusahaan adalah memberikan tinjauan lengkap mengenai produk, jasa dan operasi-operasi perusahaan baru.

Pengertian rencana produksi adalah detail-detail mengenai bagaimana produk akan dibuat.

Pengertian rencana pemasaran adalah mendeskripsikan kondisi pasar serta strategi yang berhubungan dengan bagaimana suatu produk dan jasa didistribusikan,diberi harga, dan dipromosikan.

Pengertian rencana organisasional adalah mendeskripsikan bentuk kepemilikan serta garis otoritas dan tanggung jawab anggota-anggota perusahaan baru.

Pengertian penilaian risiko adalah mengidentifikasikan bahaya potensial dan strategi-strategi alternative untuk mencapai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan rencana bisnis.

Pengertian rencana financial adalah perkiraan data financial utama yang menentukan kemungkinan diterapkanya rencana tersebut secara ekonomis dan komitmen investasi financial yang penting.

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab5 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.



Semoga membantu



By: tamachan :) Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan (part6)



BAB 6


KEKAYAAN INTELEKTUAL DAN PERSOALAN HUKUM LAINNYA BAGI PENGUSAHA


Pengertian kekayaan intelektual adalah paten, merek dagang, hak cipta, atau rahasia dagang yang dipegang oleh perushaan.

Pengertian paten adalah perlindungan pemegang produk dari orang-orang lain yang membuat, menggunakan, atau menjual ide serupa.

Pengertian dokumen penyikapan adalah penyertaan kepada kantor paten dan merek dagang amerika serikat yang dibuat oleh sayng penemu yang memperlihatkan tujuan untuk mematenkan ide.

Pengertian merek dagang adalah kata, nama , atau symbol khusus yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah produk.

Pengertian rahasia dagang adalah perlindungan terhadap orang-orang yang mengungkap atau menyingkap informasi yang bisa merugikan bisnis.

Pengertian pemberian izin adalah persetujuan berdasarkan perjanjian yang memberikan hak kepada pihak-pihak lain untuk menggunakan kekayaan intelektual sebagai imbalan atas royaliti atau biaya.

Pengertian keselamatan dan liabilitas produk adalah pertanggungjawaban sebuah perusahaan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hokum sehubung dengan sebuah produk baru yang dilindungi oleh consumer product safety act.

Pengertian kontrak adalah sebuah persetujuan yang sah antara dua pihak.

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab6 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.



Semoga membantu :)



By: tamachan :) Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan (part5)



BAB 5


ANALISIS TERHADAP KREATIVITAS, IDE BISNIS, DAN PELUANG


Pengertian kelompok focus adalah kelompok yang terdiri atas individu-individu yang memberikan informasi dalam format yang tersusun.

Pengertian tukar pikiran adalah metode kelompok untuk mendapatkan berbagai ide dan solusi baru.

Pengertian analisis kumpulan masalah adalah metode untuk mendapatkan berbagai ide dan solusi baru dengan cara berfokus pada masalah.

Pengertian penyelesaian masalah secara kreatif adalah suatu metode untuk mendapatkan ide-ide baru yang berfokus pada berbagai parameter.

Pengertian tukar pikiran secara terbalik adalah sebuah metode kelompok untuk mendapatkan ide-ide baru yang berfokus pada sisi negative.

Pengertian metode Gordon adalah metode untuk mengembangkan berbagai ide baru ketika individu tidak sadar akan masalanya.

Pengertian metode daftar adalah mengembankan sebuah ide baru melalui daftar yang berisi berbagai persoalan yang berkaitan.

Pengertian asosiasi bebas adalah mengembangkan sebuah ide baru melalui rantai asosiasi kata.

Pengertian hubungan yang dibuat-buat adalah mengembangkan sebuah ide baru melalui kombinasi produk.

Pengertian metode buku catatan kolektif adalah mengembangkan sebuah ide baru melalui anggota-anggota kelompok yang mencatat ide-ide secara teratur.

Pengertian metode daftar sifat adalah mengembangkan sebuah ide baru dengan melihat sisi positif dan sisi negative.

Pengertian pendekatan berpikir panjang adalah mengembangkan sebuah ide baru dengan cara berpikir tanpa batasan-batasan.

Pengertian analisis parameter adalah mengembangkan sebuah ide dengan cara berfokus pada identifikasi parameter dan sintesis kreatif.

Pengertian siklus kehidupan produk adalah tingkat-tingkat yang dilalui setiap produk dari pengenalan sampai penurunan.

Pengertian perencanaan produk dan proses pengembangan adalah tingkatan-tingkatan dalam pengembangan produk baru.

Pengertian tingkat ide adalah tingkat pertama dalam proses pengembangan produk.

Pengertian tingkat konsep adalah tingkat kedua dalam proses pengembangan produk.

Pengertian tingkat pengembangan produk adalah tingkat ketiga dalam proses pengembangan produk.

Pengertian tingkat pemasaran uji coba adalah tingkat terakhir sebelum komersialisasi dalam proses pengembangan produk.

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab5 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.



Semoga membantu



By:tamachan :) Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan bab4 (part4)




BAB 4

PELUANG KEWIRAUSAHAAN INTERNASIONAL

Pengertian kewirausahaan internasional adalah seorang pengusaha yang melakukan bisnis melintasi batasan nasionalnya.

Pengertian neraca pembayaran adalah status perdagangan antarnegara.

Pengertian barter adalah metode pembayaran menggunaka barang bukan uang.

Pengertian perjanjian pihak ketiga adalah membayar barang secara tidak langsung melalui sumber lain.

Pengertian analisis risiko politik adalah sebuah penilaian terhadap kebijakan politik dan stabilitas suatu Negara sebelum memulai bisnis dalam Negara tersebut.

Pengertian hambatan perdagangan adalah halangan untuk melakukan bisnis internasional

 

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab3 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.



Semoga membantu



By:tamachan :) Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan (part 3)



BAB 3


INTENSI-INTENSI KEWIRAUSAHAAN DAN KEWIRAUSAHAAN KORPORAT


Pengertian intense-intensi kewirausahaan adalah factor-faktor motivasional yang memengaruhi individu- individu untuk mengejar hasil-hasil wirausaha.

Pengertian kemampuan diri wirausaha adalah pendirian bahwa seseorang dapat melaksanakan proses wirausaha dengan berhasil.

Pengertian kesenangan yang dirasakan adalah tingat dimana seorang individu mempunyai evaluasi yang baik atau tidak baik mengenai hasil-hasil wirausaha yang potensial.

Pengertian teladan adalah individu-individu yang memengaruhi gaya dan pilihan karier seorang pengusaha.

Pengertian sejarah kerja adalah pengalaman kerja dari seorang individu.

Pengertian jaringan dukungan moral adalah individu-individu yang memberikan dukungan psikologis untuk seorang pengusaha.

Pengertian jaringan dukungan professional adalah individu-individu yang membantu seorang pengusahadalam aktivitas-aktivitas bisnis.

Pengertian titik keberangkatan adalah aktivitas-aktivitasyang muncul ketika usaha tersebut dimulai.

Pengertian lingkungan yang membantu perkembangan secara wirausaha adalah sebuah lingkungan yang meningkatkan persepsi para anggota organisasional mengenai tinakan kewirausahaan,baik yang mungkin dilaksanakan maupun yang disenangi.

Pengertian kultur korporat adalah lingkungan dari sebuah organisasi tertentu.

Pengertian kultur kewirausahaan adalah lingkungan sebuah perusahaan yang berorientasi pada kewirausahaan.

Pengertian manajer tradisional adalah manajer-manajer di sebuah organisasi yang tidak berorientasi pada wirausaha.

Pengertian parameter peluang adalah hambatan-hambatan untuk pembuatan dan pengembangan produk baru.

Pengertian komitmen manajemen puncak adalah manajer-manajer dalam sebuah organisasi yang sangat mendukung kewirausahaan korporat.

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab3 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.



Semoga membantu



By:tamachan :)

  Selengkapnya...

Rangkuman kewirausahaan (part 2)



BAB 2


POLA PIKIR BERWIRAUSAHA


Pengertian proses kausa adalah sebuah proses yang dimulai dengan hasil yang diinginkan dan berfokus pada cara untuk mendapatkan hasil tersebut.

Pengertian proses efektuasi adalah sebuah proses yang dimulai dengan apa yang dimiliki seseorang (siapa mereka, apa yang mereka tahu, dan siapa yang mereka tahu) lalu memilih di antara hasil yang mungkin dicapai.

Prinsip patchwork quilt adalah tindakan yang berorientasi pada cara yang menekankan penciptaan suatu hal baru dengan cara yang ada daripada menemukan cara baru untuk mencapai tujuan tertentu.

Prinsip risiko yang dapat diganggung adalah komitmen di awal terhadap kesediaan seseorang untuk menaggung kerugian daripada berinvestasi dengan mengalkulasi imbal hasil yang diharapkan dari suatu proye.

Prinsip burung di tangan adalah melibatkan negosiasi dengan setiap pihak berkepentingan yang bersedia member komitmen nyata pada proyek.

Prinsip limun adalah menyarankan untuk mengendalikan kejutan agar mendapatkan manfaat daripada menghindari ,dengan mengatasi atau beradaptasi dengan kejutan itu.

Prinsip pilot dalam pesawat adalah menyarankan untuk mengandalkan dan bekerja dengan orang yang merupakan pemandu utama peluang dan tidak membatasi upaya pengusaha untuk mengeksploitasi factor-faktor yang berada di luar kendali individu.

Pengertian kemampuan beradaptasi secara kognitif adalah menggambarkan sampai sejauh mana pengusaha bersikap dinamis, fleksibel, mengatur diri sendiri, dan terlibat dalam proses mendapatkan kerangka kerja pengambilan beragam keputusan yang berfokus pada kemampuan merasaka serta memproses perubahan dalam lingkungan mereka lalu bertindak terhadap perubahan tersebut.

Pengertian pertanyaan pemahaman adalah pertanyaan yang didesain untuk meningkatkan pemahaman pengusaha tentang sifat alamiah dari lingkungan.

Pengertian tugas keterkaitan adalah tugas yang didesain untuk menstimulasi pengusaha untuk berpikir tentang situasi saat ini berkaitan dengan kesamaan dan perbedaan dalam situasi yang sebelumnya dihadapi dan dipecahkan.

Pengertian tugas strategi adalah tugas yang didesai untuk menstimulasi pengusaha agar berpikir tentang strategi-strategi yang sesuai untuk memecahkan permasalahan (dan mengapa digunakan strageti tersebut ) atau mengejar peluang (dan bagaimana cara mengejar peluang tersebut).

Pengertian tugas refleksi adalah tugas yang didesain untuk menstimulasi pengusaha agar berpikir tentang pemahaman dan perasaan mereka seiring kemajuan yang mereka lakukan di sepanjang proses kewirausahaan.

Pengertian kesedihan adalah respons emosi negative ketika seseorang  merasakan kehilangan sesuatu yang penting

Pengertian orientasi pada kehilangan adalah pendekatan atas pemulihan kesedihan yang melibatkan usaha , pemrosesan ,sejumlah aspek dari pengalaman kehilangan dan, sebagai hasil dari proses ini, memutus ikatan emosional atas objek yang hilang.

Pengertian orientasi pada perbaikan adalah pendekatan atas pemulihan kesedihan berdasarkan pada penghindaran dan tindakan proaktif terhadap sumber sekunder stress yang timbul dari rasa kehilangan yang besar.

Pengertian proses ganda kesedihan adalah melibatkan pergerakan antara dua pendekatan pemulihan kesedihan (orientasi pada kehilangan dan orientasi pada perbaikan).

 

Sumber : : buku KEWIRAUSAHAAN bab2 ,Robert D. Hisrich,Michael P. Peters, Dean A. Shepherd,penerbit salemba empat.



Semoga membantu :)



By:tamachan :)

Selengkapnya...